Kala itu Sang Mentari bersinar cerah dan seperti biasanya jalanan di Kota Patriot tampak ramai lancar bahkan menyilaukan akibat cahaya yang terpantul, dari kendaraan yang berlalu lalang. Cak Getukpun menjauh dari pantulan yang menyilaukan itu, lalu masuk ke salah satu kantor pemerintahan.
![]() |
| Suasana ruang pertemuan dihadiri antusias pelaku umkm |
Sekedar
mengusir rasa ingin tahu, diintiplah sebuah ruang pertemuan, suasana pagi itu
terasa berbeda. Para pelaku UMKM dan IKM berkumpul dengan antusias, menatap
layar presentasi yang menampilkan tulisan “Edukasi Ekspor UMKM/IKM”. Di
sinilah Bea Cukai Bekasi, bersama Pemerintah Daerah Kota Bekasi dan sejumlah
akademisi, memulai langkah penting dalam mensuport produk lokal menembus pasar
dunia.
Program
tersebut bukan sekadar sosialisasi biasa. Para peserta diajak memahami alur
prosedur ekspor, mulai dari dokumen yang diperlukan hingga kemudahan fiskal
yang bisa dimanfaatkan, seperti fasilitas KITE-IKM. Tak hanya teori,
pendampingan teknis juga diberikan agar para pelaku usaha benar-benar siap
melangkah.
Kepala Dinas
Perdagangan dan Perindustrian Kota Bekasi menyampaikan pesan yang menjadi
benang merah kegiatan itu. Ia menegaskan bahwa kunci sukses UMKM Bekasi masuk
ke pasar global tidak hanya terletak pada kualitas produk, tetapi juga pada
kekuatan kolaborasi. Pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan akademisi
harus bergerak bersama, saling mendukung untuk membuka jalan yang lebih luas
bagi produk lokal.
Program hari
itu pun menjadi bukti bahwa Bekasi serius ingin mengantar UMKM–IKM-nya menjadi
pemain dunia, satu langkah konkret demi satu perubahan besar. (*.*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar