Selasa, 06 Februari 2024

“IQRO..!!”

Wahana pikiran, hati & wawasan.

Penulis :Godhong Garing

Semangat PAGI. Menuangkan unek-unek / opini dalam momentum Pemilu 2024. Khususnya Pemilihan Presiden 2024-2029. Pada Hari Rabu 14 Februari 2024.Etalase Capres tahun ini hadir 3 paslon putra-putra bangsa terbaik yang siap memimpin Republik Indonesia, untuk 5 thn kedepan.

Melihat territorial negeri ini adalah gugusan dari puluhan ribu pulau kecil maupun besar. Indonesia merupakan negara yang dikelilingi lautan bukan daratan.Berbeda dengan negera lain di benua eropa, amerika, Australia atau Timur Tengah, yang didominasi daratan.

Berbicara kepulauan (archipelago) merupakan anugerahkan Allah dan sebuah takdir untuk merawat dan dikelola demi kepentingan bangsa dan negara wabilkhusus Kesatuan Republik Indonesia, tentunya banyak keuntungan yang didapat untuk negara ini.

Teritorial Indonesia sangat strategis, memiliki akses laut komersial dengan beberapa selatnya. Ada 4 selat yang sangat sibuk dilalui kapal cargo. Dimulai dari Timurnya Indonesia. Ada Selat Lombok dan Selat Makasar, kedua selat tersebut selalu dilintasi puluhan kapal cargo dari benua Australia yang mengirim barang kebeberapa negara Asia Pasifik (Philipina, China, Jepang, dsb) hingga ke Rusia. Kapal bisnis itu  mondar-mandir begitu seterusnya setiap minggunya dengan muatan ratusan ton perkapal.

Bergeser ke Indonesia Barat, ada Selat Sunda dan Selat Malaka. Kedua selat tersebut sama sibuknya. Contoh, Amerika mengirim cargonya ke Jepang. Untuk mempercepat pengiriman dan menghemat bahan bakar tentu yang ditempuh jalur terdekat, 

Cargo tersebut melintasi vanuatu lalu masuk melalui Selat Sunda dan menuju Jepang. Begitu juga negara di benua Eropa ingin mengirim cargo kapal tersebut harus melewati Selat malaka. Dan itu terus berlangsung hingga saat ini.

Lalu Indonesia dapat apa, kenapa harus Singapura yang dapat untung? Daripada mengotor-ngotori perairan Indonesia, lebih baik suruh lewat Australia memutari Papua Nugini, semua cargo dilarang masuk keperairan Indonesia. Anggap saja metode jalur selat tersebut, seperti di jalanan, siapa pun yang ingin lewat, harus bayar…!

Menyikapi hal diatas. Joko Widodo pernah bicara tol laut. Pola pikir kita harus out of the box, menyikapi pembicaraan Presiden ke 7. Bukan mengecor dasar laut ataupun membuat terowongan di dasar laut. Apa yang diucapkan Jokowi hanya siloka dalam artian, harus berani memberlakukan beberapa selat strategis perlu diberlakukan check point (seperti jalan tol, lewat bayar) untuk kapal pesiar, Cargo Internasional yang melintasi teritorial Indonesia. Singkatnya mereka harus bayar tonase, setiap peti kemas yang masuk wilayah perairan Indonesia.

Misalkan, 1 ton barang dikenakan pajak 2 US. Dolar (30rb Rupiah) bisa dibayangkan. Berapa Triliun Indonesia dapat keuntungan pertahunnya, Dari hasil pajak lalu lintas lautnya. Berharap sebelum 17 Agustus 2045 di usia Republik Indonesia 100 Tahun (Indonesia Emas) sudah mulai diwujudkan.

Penulis melihat dari 3 paslon yang tersedia, memilih nomor urut 2 purnawirawan Kostrad  Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. Sedangkan Gibran yang dirangkul sebagai calon wakilnya, merupakan contoh nyata yang dilakukan Mr. Prabowo sekaligus.

Terpilihnya Mr. Prabowo sebagai Presiden kelak, pemegang komando tertinggi bukan hanya untuk TNI dan Polri saja, melainkan menjadi komando amanah Rakyat Indonesia. Indonesia harus menjadi mercusuar dunia dan puncak kepemimpinan di masa Indonesia Emas akan dilanjutkan generasi milenial dan Gen Z. Penulis yakin untuk mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia beliau akan memberlakukan perairan laut ini, seperti jalan tol.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar